Empat Teori Tindakan Sosial Max Weber
disusun oleh:
- Alfina Fadilatul Mabruroh (02)
- Alfina Fadilatul Mabruroh (02)
- Alfina Fadilatul Mabruroh (02)
SMA NEGERI 1
SURAKARTA
SURAKARTA
2024
PENGANTAR
Pengertian Tindakan Sosial
Tindakan sosial dicetuskan oleh Max Weber, seorang sosiolog yang lahir di Erfurt, Jerman, pada 21 April 1864. Tindakan sosial adalah segala perilaku manusia yang mempunyai makna subjektif. Tindakan manusia pada dasarnya menunjukan kepada aktivitas-aktivitas manusia, yaitu segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Weber menegaskan pada tingkat yang lebih kompleks, tindakan bukan hanya menunjukan kepada segala sesuatu yang dilakukan manusia secara individual, melainkan juga kepada praktik-praktik yang dilakukan sekumpulan aktor (kelompok-kelompok sosial) (Johnson. 1986: 220). Max Weber melihat kenyataan sosial sebagai sesuatu yang didasarkan pada tujuan individu dan tindakan-tindakan sosial.
Max Weber berpendapat sesuatu dapat berarti tindakan sosial ketika tindakan itu berisi tiga unsur:
- Pertama, perilaku itu mempunyai makna subjektif.
- Kedua, perilaku itu mempengaruhi perilaku-perilaku pelaku lain.
- Ketiga, perilaku itu dipengaruhi oleh perilaku pelaku-pelaku lain.
Unsur yang ditekan Weber dalam pengertiannya adalah makna subjektif seorang pelaku. Tindakan sosial tidak semestinya terbatas pada tindakan positif yang dapat diperhatikan secara langsung. Tindakan itu juga meliputi tindakan negatif, seperti kegagalan melakukan sesuatu, atau penerimaan suatu situasi secara pasif. Tindakan sosial memang seharusnya dimengerti dalam hubungannya dalam arti subjektif yang terkandung di dalamnya. Bagi Weber, konsep rasionalitas merupakan kunci bagi suatu analisa objektif mengenai arti-arti subjektif. Selain itu, ia juga merupakan dasar perbandingan mengenai jenis-jenis tindakan sosial yang berbeda. Rasionalitas dan peraturan yang bisa mengenai logika merupakan suatu kerangka acuan bersama secara luas yang mana aspek-aspek subyektif perilaku dapat dinilai secara objektif. Tetapi tidak semua perilaku dapat dimengerti sebagai sesuatu manifestasi rasional. Hasil dari kajian Weber mengenai tindakan sosial dapat dikatakan sebagai data empiris.
Jenis Tindakan Sosial
Tindakan sosial tersebut oleh Weber dibagi menjadi dua. Fokus kajian Weber yang pertama adalah reactive behavior, yaitu reaksi perilaku spontan yang memiliki subjective meaning atau dengan kata lain tindakan yang dilakukan atas dasar spontanitas belaka. Tindakan semacam ini adalah tindakan yang tidak memiliki tujuan atau yang tidak disadari sebelumnya oleh seseorang. Fokus kajian Weber yang kedua adalah sosial action, yaitu muncul dari stimulus atau respon atas perilaku manusia yang menjalankan fungsinya sebagai anggota masyarakat. Secara tidak langsung, tindakan ini lebih bersifat subjektif pada tindakan yang dilakukan aktor dalam lingkungan masyarakat. Dari kedua fokus yakni reactive behavior dan sosial action, pemikiran Weber kemudian berkembang ke dalam empat tindakan jenis tindakan, yaitu:
- Rasionalitas Instrumental: Jenis tindakan sosial ini merupakan tindakan yang ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang dilakukan secara rasional atau masuk akal. Tindakan ini dilakukan dengan perhitungan dan diusahakan sendiri oleh aktor yang bersangkutan.
- Rasionalitas Nilai: Tindakan rasional nilai merupakan jenis tindakan yang dilakukan untuk alasan atau tujuan-tujuan yang berkaitan dengan suatu nilai yang diyakininya secara pribadi atau personal. Sehingga tindakan ini tidak memperhitungkan prospek-prospek yang ada kaitannya dengan gagal atau tidaknya tindakan sosial yang dilakukan.
- Tindakan Afektif: Tindakan afektif sesuai dengan namanya memiliki sifat afeksi yang berarti ada pengaruh dari perasaan atau emosional seseorang. Tindakan ini biasanya dilakukan karena ada faktor pendorong dari emosional yang dicerminkan melalui tindakan.
- Tindakan Tradisional: Tindakan tradisional berkaitan dengan sebuah tradisi. Tradisi biasanya adalah sesuatu yang sudah tertanam dan menjadi kebiasaan dalam masyarakat. Begitu pula tindakan ini ditujukan atas dasar kebiasaan dalam masyarakat untuk tujuan tertentu sesuai dengan yang diyakininya.
Weber melihat keempat tindakan ini sebagai tipe ideal (ideal
type), yaitu konstruksi konseptual yang mayoritas aspek kunci dari tipe
tindakan yang berbeda. Weber mengakui tidak banyak tindakan, kalau ada yang
seluruhnya sesuai dengan salah satu tipe ideal ini. Misalnya, tindakan
tradisional mungkin mencerminkan suatu kepercayaan yang sadar akan nilai sakral
tradisi-tradisi dalam suatu masyarakat dan itu berarti bahwa tindakan itu
mengandung rasionalitas yang berorientasi nilai. Atau juga dapat mencerminkan
suatu penilaian yang sadar akan alternatif-alternatif dan juga mencerminkan
suatu keputusan bahwa tradisi-tradisi yang sudah mapan merupakan cara paling
baik untuk suatu tujuan yang dipilih secara sadar diantara tujuan-tujuan
lainnya.
Contoh Tindakan Sosial
Tindakan Sosial menurut Weber adalah tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain dan memiliki makna (meaningful action) dapat dicontohkan sebagai berikut:
- Rasionalitas Instrumental: Orang memakai masker untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan mencegah kematian, Orang tua menabung untuk pendidikan anak
- Rasionalitas Nilai: Orang bersedekah dikarenakan nilai kerohanian (religi)
- Tindakan Afektif: Ayah menangis karena anak sakit
- Tindakan Tradisional: Orang di Solo banyak yang berbondong mengikuti Sekaten, perikahan di wilayah Pati yang masih menggunakan hitungan weton untuk menentukan hari pernikahan.
ISI
Laporan Hasil Observasi Tindakan Sosial di SMA Negeri 1 Surakarta
Tindakan sosial merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu kepada individu lain atau kelompok dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain dan memiliki makna (meaningful action). Tindakan sosial biasanya dilakukan dengan kesadaran atau bahkan bisa tanpa sadar. Weber membedakan istilah verhalten (tindakan rasional-instrumental dan tindakan tradisional) dan sichverhalten (tindakan rasionalitas-nilai dan tindakan afektif). Verhalten menunjuk pada tindakan tujuan rasional dan tradisional menunjuk pada orientasi eksternal yaitu kebiasaan menetap dan ekspektasi pelaku terhadap objek. Sichverhalten menunjuk pada orientasi batin yang memotivasi tindakan perasaan atau emosi dan keyakinan seseorang. Jadi, tindakan sosial adalah ketika seseorang (individu/manusia) melakukan tindakan (berbuat sesuatu) memiliki makna dan tujuan ke orang lain.
Tindakan sosial di SMA Negeri 1 Surakarta dilakukan dengan berbagai macam dan oleh siapapun. Hasil dari observasi akan melaporkan tindakan sosial berdasarkan pelaku (aktor) dan macam tindakan yang dilakukan. Berikut merupakan bentuk tindakan sosialnya. Pertama, Tindakan Rasional Instrumental dari Guru ke Siswa dapat dilihat ketika guru memberikan penjelasan materi, tugas dan latihan soal untuk siswa agar siswa dapat memahami materi, menjadi meningkat nilainya dan pada akhirnya dapat mencapai tujuan kuliah di perguruan tinggi negeri impian, atau tindakan guru yang membimbing siswa saat lomba dengan memberi sejumlah soal dan strategi agar menang lomba. Kedua, Tindakan Rasional Instrumental Siswa ke Guru dapat dilihat ketika ada siswa yang dengan sungguh-sungguh belajar. Selalu mendengarkan penjelasan, menyimak proses pembelajaran, aktif di kelas, mengerjakan tugas dan latihan soal serta selalu berusaha mengerjakan yang terbaik ketika ulangan dan ujian. Ketiga, Tindakan Rasional Instrumental Siswa ke Siswa terjadi ketika pencalonan ketua osis atau pada saat orasi ketua osis atau MPPK, kandidat menyampaikan visi, misi dan melakukan sejumlah strategi agar mendapat suara dan mencapai tujuan menjadi ketua Osis atau MMPK. Keempat, Tindakan Rasional Nilai dari Guru ke Siswa terjadi ketika guru membimbing siswa untuk sholat, mengajak pengajian, mengajarkan hastalaku (ajaran delapan nilai budaya Jawa), mengajak selalu rapi agar indah, dan mengajak menjaga kerapian, kebersihan dan keindahan sekolah atau bisa dilihat ketika guru mengajak siswa untuk belajar berzakat. Kelima, Tindakan Rasional Nilai dari Siswa ke Guru dilakukan ketika siswa mencium tangan guru, memberikan tugas disertai hiasan yang estetik, mendoakan guru. Keenam, Tindakan Rasional Nilai dari Siswa ke Siswa dilakukan ketika siswa saling support saat sesaji dengan bergerak serempak dan menyayikan yel-yel kepada siswa lain sedang bertanding, siswa melayat untukberbelasungkawa ketika teman atau keluarga meninggal.
Selanjutnya Tindakan Afeksi dari Guru ke Siswa bisa terjadi jika guru marah dan menggebrak meja karena kelas gaduh, guru bahagia dan memberi selamat ketika siswa menang lomba, guru merasa bangga karena siswanya sukses. Kedelapan, Tindakan Afeksi dari Siswa ke Guru terjadi ketika siswa ketakutan karena guru tiba-tiba marah, siswa menyukai guru yang tidak pernah memberi tugas tapi memberi nilai tinggi. Kesembilan, Tindakan Afeksi dari Siswa ke Siswa terjadi ketika siswa sedih karena temannya meninggal, sesama siswa memiliki perasaan sayang. Kesepuluh, Tindakan Tradisional dari Guru ke Siswa dilakukan ketika guru mengajarkan kebiasaan orang Jawa untuk selalu mencium tangan, memanggil dengan kata dek, mas atau mbak. Terakhir, Tindakan Tradisional dari Siswa ke Siswa sering terdengar ketika siswa yang lebih muda memanggil siswa yang lenih tua dengan kata mas atau mbak.
Manfaat dari observasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ketika melakukan tindakan kepada orang lain. Lebih jauh lagi, diharapkan setiap individu dapat mempertimbangkan segala tindakan dengan rasionalitas (berdasarkan nalar dan logika yang masuk akal) atau tanpa rasionalitas (berdasarkan perasaan dan emosi). Sebab, segala tindakan akan mengakibatkan hasil dikemudian hari. Bisa disimpulkan bahwa tindakan sosial dapat terjadi jika pelakunya lebih dari 1 orang dengan melibatkan tujuan atau makna. Tindakan dapat dilakukan oleh guru ke siswa, siswa ke guru atau siswa ke siswa.
PENUTUP
Kesimpulan
Setiap tindakan sosial dilakukan dengan rasionalitas (berdasarkan nalar dan logika yang masuk akal) atau tanpa rasionalitas. Adapun keberagaman jenis tindakan sosial dapat diamati sehari-hari sebab tindakan sosial dapat dilakukan oleh aktor/ pelaku yang tidak hanya muda saja namun juga bisa menyasar siapapun.Tindakan sosial memiliki tujuan dan makna tertentu sesuai dengan siapa yang melakukan dan apa yang dilakukannya.
Refleksi
Kepekaan sosial dapat diasah dengan memperhatikan tindakan orang-orang disekitar. Dua mata, dua telinga namun hanya satu mulut diciptakan oleh Tuhan bukan hanya tanpa alasan. Kegiatan observasi/ pengamatan terhadap tindakan orang lain dapat membuktikan sebaiknya kita lebih sering melihat apa tujuan yang orang lain bertindak kepada orang lain dan mendengar lebih banyak suara disekitar kita. Karena barangkali kita masih belum banyak tahu banyak fakta dan alasan dibalik suatu tindakan.
Lima Soal disertai Jawaban
- Manakah yang termasuk tindakan soail berdasarkan logika, kesadaran dan tujuan yang terukur?
a. Tindakan sosial rasional instrumental- b. Tindakan sosial rasional berorientasi nilai
- c. Tindakan sosial tradisional
- d. Tindakan sosialberorientasi moral
- e. Tindakan sosial afektif
- Manakah dari contoh berikut yang termasuk dalam tindakan sosial rasional instrumental di sekolah?
- a. Seorang siswa berdoa sebelum ujian
- b. Seorang pengusaha membuka usaha baru untuk mendapatkan keuntungan
- c. Seseorang mengikuti tradisi leluhur dalam perayaan tertentu
- d. Seorang remaja mengikuti tren fashion terbaru
e. Seorang siswa belajar di sekolah dan les di bimbel agar masuk eligible- Tindakan sosial yang didasarkan pada nilai-nilai moral dan keyakinan disebut...
- a. Tindakan sosial rasional instrumental
b. Tindakan sosial rasional berorientasi nilai- c. Tindakan sosial tradisional
- d. Tindakan sosial afektif
- e. Tindakan sosial efektif
- Contoh tindakan sosial afektif adalah...
- a. Seorang mahasiswa belajar keras untuk mendapatkan beasiswa
b. Seorang siswa menangis karena dirundung (dibully) temannya- c. Seorang karyawan bekerja lembur untuk memenuhi target perusahaan
- d. Seorang warga mengikuti kegiatan gotong royong
- e. Seorang guru yang mengajak siswanya menonton wayang
- Manakah dari contoh berikut yang termasuk tindakan sosial tradisional?
a. Seorang siswa membawa jimat untuk ujian agar bisa mengerjakan- b. Seorang petani menanam padi di sawah bersama
- c. Seorang remaja mengikuti tren fashion terbaru
- d. Seorang penjual kantin menjual makanan dengan diskon
- e. Seorang siswa belajar kelompok untuk ujian
DAFTAR PUSTAKA
Doyle Paul Johnson.1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. jilid II. Jakarta: Gramedia







Komentar
Posting Komentar